Home / Berita / Pemerintah Inggris Dikecam Pasca Kematian Bayi Pasangan ISIS

Pemerintah Inggris Dikecam Pasca Kematian Bayi Pasangan ISIS

Pemerintah Inggris Dikecam Pasca Kematian Bayi Pasangan ISIS

GOBERITA – Pemerintah Inggris mendapat kecaman sehabis bayi berumur tiga minggu, Jarrah, dari pasangan Shamima Begum (19) dan seorang militan ISIS, Yago Riedijk dilaporkan meninggal dunia di Suriah, pada Jumat (8/3). Kecaman itu datang dari partai oposisi, Partai Buruh yang menyalahkan kepemimpinan Theresa May. POKER PULSA

Kematian bayi Jarrah menuai kritik tajam pada Menteri Dalam Negeri Inggris, Sajid Javid yang udah mencabut kewarganegaraan Begum supaya remaja itu tak mampu ulang ke Inggris.

Javid mempunyai alasan menarik kewarganegaraan Begum bersama membuktikan prioritasnya adalah keselamatan dan keamanan Inggris dan rakyat yang tinggal di sana.

Kematian tragis Jarrah, bayi Shamima Begum, merupakan “noda atas hati nurani” pemerintah ini,” kata Diane Abbot, juru bicara partai oposisi, dilansir Reuters, Minggu (10/3).

Menteri dalam negeri gagal (mengambil ketetapan untuk menangani-red) anak Inggris ini dan mereka kudu menjelaskan.”

Seperti diinformasikan bayi Jarrah dikabarkan sempat ditangani oleh dokter, pada Kamis (07/03) karena masalah pernapasan. Namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal.

Terkait status Begum, kepemimpinan Theresa May diakui tidak sanggup selesaikan masalah tersebut hingga kelanjutannya mengundang keprihatinan banyak orang.

Phillip Lee, yang mengundurkan diri berasal dari menteri kehakiman kala kepemimpinan Theresa May menyebutkan dia amat prihatin bersama dengan ketetapan mencabut kewarganegaraan Begum. DEPOSIT VIA PULSA 

“Jelas [kasus] Shamima Begum memiliki pandangan yang menjijikkan,” katanya kepada BBC Radio.

“Tapi dia tetap kecil. Dia adalah product berasal dari penduduk kami … dan aku pikir kami memiliki tanggung jawab ethical kepadanya dan bayinya, Jarrah.

About Marri bell

Check Also

AS dan Korsel, Jangan Remehkan Kemampuan Rudal Baru Korut

AS dan Korsel, Jangan Remehkan Kemampuan Rudal Baru Korut GOBERITA – Para ahli senjata mengatakan Korea …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *