Home / Berita / Akibat ‘DOWN’ Kominfo Diminta Surati Google dan Facebook

Akibat ‘DOWN’ Kominfo Diminta Surati Google dan Facebook

Akibat ‘DOWN’ Kominfo Diminta Surati Google dan Facebook

GOBERITA – Pakar Keamanan Siber berasal dari Communication plus Information System Security Research Center Pratama Persadha mengingatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menyita tindakan berkenaan kelumpuhan layanan Facebook dan Google.

Tumbangnya layanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram selama nyaris 12 jam dikhawatirkan dapat menjadi celah bagi kebocoran information pengguna. Sehari sebelumnya, layanan Google Drive dan Gmail juga sempat tumbang selama lebih dari satu jam. DEPOSIT VIA PULSA 

Pratama mengatakan lumpuhnya layanan besutan raksasa teknologi berikut dapat mengakibatkan kebocoran information privat pengguna. Untuk itu, Kominfo perlu bertanya kepada Google dan Facebook apakah kelumpuhan berdampak pada kebocoran information privat penggunanya.

Facebook Down
Facebook Down

Sudah sepatutnya pemerintah kami lewat Kemkominfo menanyakan kepada Facebook dan Google tersedia tidak data atau akun rakyat Indonesia yang terdampak. Artinya pemerintah acuhkan dan menjaga rakyat Indonesia,” kata Pratama saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (14/3). DEPOSIT VIA GOPAY 

Terlebih saat ini pengguna layanan ke-2 raksasa teknologi tersebut di Indonesia termasuk benar-benar besar. Indonesia tercatat masuk didalam daftar keempat pengguna Facebook terbesar. Di Asia Tenggara, Indonesia miliki kuantitas pengguna Facebook terbanyak.

Pratama menyebutkan Gmail setidaknya punyai 100 juta pengguna dan Facebook bersama dengan 130 juta pengguna di Indonesia. Banyaknya jumlah pengguna jadi alasan bagi pemerintah untuk menjalin komunikasi bersama dengan Facebook dan Google. POKER PULSA

“Pengguna Google dan Facebook di Indonesia benar-benar besar sekali. Ada lebih dari 100 juta pengguna Google dan 130 juta pengguna Facebook,” kata imbuhnya.

Facebook sebelumnya mengungkap 87 juta data penggunanya dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica. Amerika menduduki peringkat satu bersama dengan 70,6 juta akun, kala Indonesia menduduki peringkat ketiga bersama dengan 1 juta account yang terimbas skandal kebocoran data.

About Marri bell

Check Also

Pemerintah Inggris Dikecam Pasca Kematian Bayi Pasangan ISIS

Pemerintah Inggris Dikecam Pasca Kematian Bayi Pasangan ISIS GOBERITA – Pemerintah Inggris mendapat kecaman sehabis bayi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *