Home / Berita / Fatwa di Arab Saudi soal Praktik Transplantasi Organ

Fatwa di Arab Saudi soal Praktik Transplantasi Organ

Fatwa di Arab Saudi soal Praktik Transplantasi Organ

GOBERITA – Kerajaan Arab Saudi ternyata merupakan salah satu negara yang cukup maju dalam perihal transplantasi organ.

Bukan cuma telah mendirikan pusat transplantasi organ terkemuka yang mempertemukan pendonor dan penerima ginjal, Saudi terhitung telah mengeluarkan fatwa yang menyesuaikan bagaimana transplantasi organ dikerjakan agar tidak bertentangan bersama dengan ketetapan agama Islam. POKER PULSA

Untuk memahami lebih lanjut bagaimana fatwa menyesuaikan transplantasi organ di Arab Saudi, kumparanSAINS berkesempatan jalankan wawancara tatap muka bersama dengan salah satu pakar transplantasi organ dokter sekaligus konsultan senior neurologi di King Faisal Specialist Hospital Research Center, Riyadh, Arab Saudi, yakni M. Zuheir Al-Kawi.

Di sela-sela pas menunggu pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk lagi ke Arab Saudi, Al-Kawi meluangkan diri sejenak untuk share cerita perihal praktek transplantasi organ di negara asalnya tersebut. DEPOSIT VIA PULSA

Ginjal boleh didonorkan saat seseorang masih hidup

“Seseorang dapat mengalami kegagalan organ, seperti di ginjal atau hati, sehingga organ tidak dapat lakukan tugasnya,” kata Al-Kawi pas ditemui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (10/9). “Sekitar 60 sampai 70 th. yang lalu, orang mulai berpikir ‘mengapa tidak kami mengambil alih ginjal berasal dari orang lain dan memindahkannya terhadap orang yang membutuh?’”

Menurutnya, keperluan terhadap donor organ dapat selamanya ada, mengingat transplantasi organ dapat menambahkan peluang kedua bagi penderita kegagalan organ.

Fatwa mengenai donor organ

Menurut Al-Kawi, alasan mengapa SCOT bisa maju di Arab Saudi adalah karena adanya fatwa yang mendukung dilakukannya donor untuk alasan kesehatan dan menyelamatkan nyawa manusia.

Salah satunya, Al-Kawi mengatakan, fatwa tersebut mengizinkan orang yang dipastikan sudah meninggal dunia untuk diambil organnya dan digunakan untuk menolong orang lain. Syaratnya, donor organ tidak boleh menyebabkan kematian pada pendonornya. JUDI POKER PULSA

“Ginjal boleh didonorkan saat seseorang masih hidup karena orang bisa hidup dengan satu ginjal,” jelas Al-Kawi. “Yang tidak boleh (misalnya) mengambil jantung dari orang yang masih hidup karena itu dapat membunuh.”

Tetap ada yang tidak sepakat bersama fatwa

Al-Kawi menuturkan, meski fatwa sadar bahwa transplantasi diperbolehkan, tapi ada orang yang senantiasa berpendapat bahwa perihal ini tidak boleh dilakukan.

Salah satu penyebabnya adalah karena kesalahpahaman mengenai bagaimana orang yang akan mendonor diperlakukan. Orang yang beranggap donor tidak diperbolehkan umumnya mengira bahwa jenazah yang diambil alih organnya akan dibiarkan rusak.

Padahal, Al-Kawi menjelaskan, orang yang menjadi donor sesudah meninggal dunia senantiasa diperlakukan bersama baik dan sesudah organ mereka diambil, tubuh mereka akan ulang dijahit dan dirapikan. DEPOSIT VIA GOPAY 

“Ada orang-orang yang berpikir bahwa tubuh manusia adalah sesuatu yang suci agar tidak boleh diganggu. Kami tidak sanggup merubah anggapan mereka.”

About Marri bell

Check Also

JYP Buat Peringatan Soal Pelanggaran Privasi GOT7

JYP Buat Peringatan Soal Pelanggaran Privasi GOT7 GOBERITA – Dalam daftar yang diunggah pada Senin (6/5) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *